Bucephalandra Tanaman Eksotis dan Langka Asli Kalimantan

Tanaman Bucephalandra ini terlihat mirip dengan spesies Anubias dan Cryptocoryne. Ketika tanaman ini pertama kali diperkenalkan ke dunia aquascaping. Bila dibandingkan dengan spesies Cryptocoryne , bucephalandra memiliki kesamaan seperti daun yang kecil dan berwarna. Namun, bucephalandra ini memiliki rizome dan akar yang bisa memegang / melekat sesuai dengan karakteristik Anubias. Bucephalandra adalah genus yang indah dan relatif masih sulit ditemukan tanaman yang bisa memikat banyak scaper di seluruh dunia berkat penampilan megah tanaman ini.

Lingkungan lahan basah untuk tanaman dari keluarga Araceae ini, seperti Bucephalandra, disesuaikan dengan kehidupan di sungai dengan arus yang deras. Meskipun Bucephalandra ini merupakan genus yang tergolong baru untuk tanaman untuk aquascaping, namun ternyata tanaman bucephalandra ini sudah dikenal oleh dunia ilmiah sejak 1858.

Arti dan Asal Nama Bucephalandra

Ada dua sumber yang bisa menjelaskan asal penggunaan nama bucephalandra ini. Sumber pertama yaitu, nama bucephalandra ini berasal dari tiga suku kata bahasa Yunani: bous (bull atau sapi), cephalê (kepala), dan Aner atau andros (man). Dilihat dari bentuk bunga jantan bucephalandra yang menyerupai kepala banteng.

Menurut sumber kedua nama genus bucephalandra mengacu pada nama kuda hitam Alexander-Bucephalus  masih dalam bahasa Yunani juga yang berasal dari kata “bous” “cephalê” +, Βουκέφαλος, (Bukefalos) yang berarti “banteng” dan “kepala”. Asal muasal kuda Alexander memiliki nama ini adalah karena kuda ini memiliki tanda lahir di pundaknya dalam bentuk kepala banteng.

Semua Bucephalandra termasuk kedalam tanaman endemik, yang berarti bahwa bucephalandra hanya dapat ditemukan di daerah terpencil tertentu, biasanya dalam bentuk pulau. Tanaman ini dapat ditemukan di pulau terbesar dari kepulauan Indonesia, yaitu Kalimantan yang dikenal sebagai Borneo. Sampai hari ini, varietas baru bucephalandra terus menerus ditemukan dan belum banyak dijelaskan didalam buku botani.

Bucephalandra ini bisa ditemukan di sungai atau di aliran sungai kecil, dan kadang-kadang berada tepi sungai. Seperti yang telah kita ketahui Pulau Borneo ini memiliki iklim tropis, yang berarti bahwa Borneo mengalami iklim yang sama sepanjang tahun dengan suhu tahunan rata-rata melebihi 20 derajat Celcius. Meskipun iklim yang konsisten di beberapa daerah di pulau kalimantan, Kalimantan masih memiliki dua musim yang ditentukan oleh jumlah curah hujan. Selama musim hujan tingkat air sungai akan naik, dan tanaman bucephalandra akan tumbuh dan terendam air selama beberapa bulan. Namun, ini tidak menghentikan buchepalandra untuk terus tumbuh dan berkembang dan Bucephalandra ini dapat dengan mudah berubah menjadi bentuk tanaman air. Perbedaan utama antara bentuk tanaman air dan emersed adalah ketika bucephalandra ini tumbuh di bawah air, bucephalandra memiliki struktur daun yang lebih halus dan menunjukkan warna yang lebih intens.

Kondisi Tumbuh Bucephalandra

Didalam akuarium, Bucephalandras bisa tumbuh pada kayu,atau  akar, tapi dari beberapa tahun pengamatan yang dilakukan oleh vasteq , mengatakan bahwa sistem akar tanaman ini berkembang lebih baik pada permukaan keras, seperti jenis batuan. Akar bucephalandra memiliki kemampuan untuk menempel pada permukaan keras, bahkan jika kita ingin mencabutnya. Kadang-kadang perlu menggunakan pisau untuk mencabut tanaman ini dari permukaan yang melekat, karena akar tanaman telah menempel dipermukaan begitu erat.

Ada bukti bahwa pada saat tingkat stres, terkait dengan perubahan lingkungan (seperti perubahan cahaya dan parameter air), Bucephalandras akan kehilangan beberapa daun. Ini sama terjadi pada spesies Cryptocoryne (yang sering disebut sebagai “penyakit Cryptocoryne”).  Perubahan mendadak dalam pemupukan atau banyaknya alga biasanya yang menjadi penyebab atas hilangnya daun. Namun, proses ini bertahap dan jarang ada dalam situasi di mana tanaman kehilangan semua daunnya dengan cepat, sehingga sesering mungkin untuk mengobati masalah ini sebelum semua daun telah jatuh.

Bahkan tanpa daun, jika rizome dan akar yang kuat dan sehat, tanaman bucephalandra ini masih bisa hidup dan biasanya akan sembuh dari waktu ke waktu. Dari pengalaman vasteq, telah menemukan bahwa peredupan cahaya dan meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air, pada saat itu, dapat membantu tanaman cepat sembuh. Bahkan pada kegelapan, dengan kadar oksigen terlarut  Bucephalandras masih dapat terus tumbuh dan masih akan menghasilkan daun baru, tapi warna tanaman ini biasanya tidak eye-catching.

Bisa sangat membantu dengan menanam tanaman ini langsung ke substrat. Dan ketika tanaman tumbuh lebih besar dan memiliki sistem akar yang kuat maka bisa kita kembali ikat ke batu atau potongan kayu. Ini juga merupakan cara terbaik untuk memperkuat sebuah potongan-potongan kecil dari bucephalandra.

Untuk memastikan warna daun keluar dengan baik, diperlukan pencahayaan yang kuat (0.5W per litter atau lebih), dan pemupukan tambahan seperti pupuk cair  yang bermanfaat. Bahkan penambahan CO2 dan pupuk dapat membantu menampilan warna tanaman yang menarik. Menurut Vasteq ada pupuk tertentu yang dapat membantu meningkatkan warna daun. Selain itu, daun tanaman yang ditanam dalam kondisi low seperti tidak berwarna-warni karena ada kurang cahaya dan tidak banyak pupuk untuk tanaman gunakan.

bucephalandra-brownie-brown-2
Bucephalandra Brownie Brown

bucephalandra-brownie-brown

Bucephalandras juga dapat tumbuh di paludariums, tetapi warna daun cenderung kurang, dan daun cenderung kurang elastis juga. Bucephalandra ini harus diberikan kelembaban tinggi untuk berkembang di lingkungan seperti itu, jika tidak daun buce bisa kering. Bucephalandra juga tumbuh jauh lebih lambat di paludarium, karena lebih sulit bagi buce untuk mendapatkan nutrisi. Kecuali menanamnya langsung dalam substrat bukannya menempel pada batu atau kayu.

Parameter air yang bisa ditolerir oleh Bucephalandras adalahsebagai berikut: kisaran pH 5-8, hampir semua GH dan KH, dan suhu antara 22-28 derajat Celcius. Pada awal masa Bucephalandra, banyak gossip yang menjelaskan bahwa tanaman buce ini tidak bisa mentolerir suhu yang lebih tinggi dari 28 derajat Celcius karena bisa menyebabkan daun melting. Namun, pada kenyataannya hal itu tidak terjadi terutama ketika suhu air naik menjadi 32 derajat Celcius dan tidak melihat adanya efek negatif.

Perlu dicatat bahwa karena fakta bahwa Bucephalandras adalah jenis rheotype (tanaman yang suka deras arus mengalir), kita perlu menyediakan kondisi yang sama di akuarium untuk mencapai hasil terbaik dengan tanaman buce ini. Arus tersebut dapat dihasilkan dari penggunakan filter internal atau tanaman dapat dipindahkan di dekat outlet filter. Daun bucephalandra bisa menjadi fleksibel karena lingkungan air di mana mereka ditemukan.

Untuk tingkat pertumbuhan Bucephalandras tergantung pada varietas bucephalandra itu sendiri. Beberapa varietas dapat menghasilkan 2 daun per minggu jika mereka berada dalam kondisi optimal, sementara varietes lain akan menghasilkan hanya 1 daun setiap 2 minggu. Secara umum dikatakan bahwa bucephalandra merupakan taman yang lambat-tumbuh, tetapi jika kita memberikan cahaya yang kuat, pemupukan, dan banyak CO2, Bucephalandara akan mencapai pertumbuhan secepat mungkin.

Tanaman mulai Berbunga terutama  ketika di bawah air. Sulit untuk mengatakan faktor-faktor apa saja yang  menyebabkan tanaman ini bisa menghasilkan bunga. Berbunga seperti spesies Anubias sering disertai dengan memburuknya kondisi lingkungan dan dianggap sebagai bentuk survival untuk tanaman. Namun, Bucephalandras menghasilkan bunga ketika tanaman ini memiliki banyak pasokan nutrisi, dan berada dalam kondisi ideal. Mereka bahkan dapat menghasilkan lebih dari satu bunga pada waktu bersamaan seperti pada foto bawah ini.

bucephalandra-copi-susu
Bucephalandra Copi Susu
bucephalandra-kualakuayan-2
Bucephalandra Kualakuayan 2
bucephalandra-nanga-pinoh-green
Bucephalandra Nanga Pinoh Green

Karena Bucephalandra tumbuh begitu lambat, tumbuh ganggang atau alga hijau menjadi masalah umum, yang dapat membatasi akses ke cahaya dan juga memperlambat laju pertumbuhan tanaman. Namun, buceplanadra cukup kuat dan sebagian besar jenis alga dapat dihilangkan dengan menggunakan 10-20 menit dengan larutan asam sitrat (satu sendok teh asam sitrat untuk 1,5 gelas air). Campuran ini terlalu lemah untuk merusak daun Bucephalandra, tapi cukup kuat untuk membunuh alga.

Cara yang lebih baik adalah dengan menggunakan larutan karbon cair (glutaraldehid) Untuk 500 ml air, tambahkan 4 ml glutaraldehida, dan semprotkan pada alga pada tanaman, batu atau mozz untuk 5 sampai 10 menit. Ini adalah cara yang lebih baik untuk membunuh alga karena itu lebih aman bagi moss dan dapat membunuh lebih banyak jenis alga.

Cara Penamaan Spesies Bucephalandra

Saat ini, hanya tiga spesies dijelaskan dalam buku teks tanaman: bucephalandra gigantea, Bucepholandra magnifolia, Bucepholandra motoleyana. Namun, saat ini ditemukan lebih dari 200 variasi nama dagang, dan banyak dari ini mungkin spesies baru yang belum dijelaskan. Karena banyak nama spesies yang saat ini tidak diketahui untuk ilmu pengetahuan, nama dagang yang dibuat berdasarkan nama-nama daerah, sungai, atau menyatakan di mana mereka ditemukan (mis Kedagang, Kualakuayan, Tapah, Sabah, Kalimantan, Sintang). Nama-nama yang juga dibuat sesuai dengan warna dan bentuk daun (mis Brownie Brown, Red Gaia, Super Blue). Contoh menarik dari nama-nama tanaman ini adalah Brownie Ghost, yang muncul hanya sekali di daerah tertentu dan kemudian menghilang.

Di dunia aquascaping, Nama Bucephalandras muncul baru-baru pada tahun 2005-2006 dan langsung menjadi populer. Pada Awalnya Tanaman ini sangat mahal, namun seiring waktu bucephalandra menjadi lebih terjangkau.

Tampilan Tanaman Bucheplandra

Apa yang membuat Bucephalandra begitu menarik adalah bentuk daun bucephalandra yang sangat menarik. Ada berbagai bentuk daun yang mirip dengan daun cherry dan apple. Daun berbentuk oval dengan tepi rata, oval dengan tepi bergelombang, panjang dan lurus, panjang dan bergelombang, atau bahkan berbentuk almond atau seperti setetes air.

Warna batang juga memiliki warna seperti merah muda atau merah, tapi daun bisa multi-warna. Tergantung pada spesies, beberapa daun dapat memiliki warna seperti pelangi. Ada banyak varietas, di mana tampaknya ada sebuah “gloss biru” pada daun. Karakteristik ini menarik karena gloss hanya terlihat ketika Anda melihatnya pada sudut tertentu. Dalam beberapa varietas, kita juga bisa melihat warna lain yang mirip dengan gloss hijau terang, atau warna tembaga atau kemerahan warna. Ada relatif sedikit varietas yang biasanya hijau (Shine Green, Treasure, 2011), dan yang paling menarik adalah berwarna daun biru gelap (Brownie Brown, Kedagang, Black Centipede, Black Leaf, Central Kali).

bucephalandra-achilles
Bucephalandra Achilles
bucephalandra-central-cali
Bucephalandra Central Cali
bucephalandra-paris
Bucephalandra Paris
bucephalandra-kedagang
Bucephalandra Kedagang
bucephalandra-kualakuayan-2-2
Bucephalandra Kualakuayan 2
bucephalandra-velvet-leaf-2
bucephalandra Velvet Leaf 2
bucephalandra-blue-green
Bucephalandra Blue / Green
bucephalandra-theia-9
Bucephalandra Theia 9
bucephalandra-catherinae
Bucephalandra-catherinae
bucephalandra-theia-3
Bucephalandra Theia 3
bucephalandra-ulysses
Bucephalandra Ulysses
bucephalandra-brownie-blue
Bucephalandra Brownie Blue
bucephalandra-pawan
Bucephalandra Pawan
bucephalandra-kualakuayan-1
Bucephalandra Kualakuayan 1
bucephalandra-dark-achilles-2
Bucephalandra Dark Achilles

Bucephalandra banyak yang berukuran kecil. Banyak dari bucephalndra yang hanya tumbuh hingga 3-5 cm. Tetapi banyak juga yang tumbuh lebih besar (8-15 cm) dan bahkan variasi yang lebih besar yang telah ditemukan tumbuh hingga sekitar 25 cm

bucephalandra-copper
Bucephalandra Copper
bucephalandra-mini-coin
Bucephalandra Mini Coin
bucephalandra-pygmaea
Bucephalandra Pygmaea
bucephalandra-black-velvet
Bucephalandra Black Velvet
bucephalandra-pink-bilbis
Bucephalandra-pink-bilbis

Sebuah ciri khas yang bisa dikenali dari semua bucephalandra adalah titik terang pada daun, Banyak yang menyangka salah titik tersebut sebagai gelembung udara yang dihasilkan dari proses fotosintesis. Ciri khas ini banyak ditemukan di sebagian besar varietas tanaman Araceae (foto di bawah ini menunjukkan tanaman araceae lain: Schismatoglottis). Tergantung pada varietas, penataan titik mungkin lebih atau kurang intens. bintik serupa juga dapat dilihat pada tanaman Anubias, tetapi pada anubias kurang terlihat. Pada bentuk emersed dari bucephalandra, bintik ini juga kurang terlihat, berdeda intensitas ketika tanaman terendam dan memunculkan daun baru, daun bawah air.

Sayangnya, Bucephalandras secara perlahan menghilang dari habitat aslinya, terutama akibat eksploitasi dan deforestasi di Pulau Borneo. Banyak varietas yang menjadi sulit untuk ditemukan, dan beberapa saat hanya ada di penangkaran. Meskipun ini adalah kabar yang buruk, juga segaligus menjadikan kita  untuk mengetahui bahwa pengumpulan dan menjaga tanaman ini bisa sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup untuk jangka panjang di sebagaian banyak bagian dari Borneo untuk menghadapi deforestasi besar-besaran. Kita hanya bisa berharap bahwa di masa depan, Kalimanatan atau Borneo tidak akan lagi menghadapi ancaman lingkungan sehingga bisa membantu melindungi tanaman yang indah ini.

Source : Vasteq – Polandia